Opini

Terangi Negeri dengan Pijar Literasi

Keterangan Photo: Pembiasaan membaca buku di perpustakaan bagi siswa-siswi Sekolah Citra Kasih Don Bosco, Pondok Indah
Keterangan Photo: Pembiasaan membaca buku di perpustakaan bagi siswa-siswi Sekolah Citra Kasih Don Bosco, Pondok Indah

Melalui pembiasaan baca tulis, dibarengi dengan spirit entrepreneurship, sebagaimana yang dihidupi oleh komunitas Sekolah Citra Kasih Don Bosco, Pondok Indah maka pijar literasi merupakan wujud konkret dari kreativitas dan inovasi di masa (pasca) pandemi dalam mengoptimalkan model interaksi sosial di tengah pola pembelajaran yang serba berjarak dan personal.

Sinergis dengan program Sekolah Citra Kasih Don Bosco, perpustakaan Universitas Prasetiya Mulya (UPM) dengan koleksi pustakanya yang beragam telah menempatkan perpustakaan sebagai media strategis untuk meningkatkan minat dan potensi pemustaka dalam berliterasi.

Dengan semakin beragamnya subjek koleksi pustaka, diharapkan semakin besar pula tingkat ketertarikan dan minat pemustaka dalam membaca.

Seiring dengan kemajuan teknologi, dengan adanya penyelenggaraan perpustakaan digital di UPM, semakin memudahkan akses layanan sekaligus memperkaya ragam pustaka yang dapat diakses melalui aplikasi dan website.

Pemustaka dapat mengakses koleksi perpustakaan kapan saja dan dimana saja. Pula, melalui program tanggung jawab sosial (corporate social responsibility), selain program pemberian buku hibah bagi perpustakaan sekolah-sekolah, perpustakaan UPM juga membuka diri terhadap kunjungan kerjasama bagi pustakawan/wati dari berbagai institusi sekolah maupun organisasi lain.

Mirip pesan bijak, “The world is the book with the best story. If you never leave your village, you only read one page of it”. Untuk berani melangkah keluar, beranjak dari gubuk pengetahuan kita yang sempit, dan mulai berani menjelajah, menembus dimensi ruang dan waktu, dapat dilalui lewat aktivitas membaca di perpustakaan.

Pijar literasi akan meluaskan wawasan, meningkatkan kecerdasan, dan memberdayakan diri dalam menghadapi serta mengurai aneka problematika kehidupan. Keterampilan berliterasi mendorong anak-anak bangsa untuk berani dalam melangkah, beranjak dari keadaan hampa menuju paham.

Pengalaman keseharian telah membuktikan bahwa orang-orang yang berhasil dalam hidupnya adalah mereka yang mau dan mampu untuk membaca (belajar) secara mandiri, dan mempraktikkan apa yang telah dipelajarinya secara terus menerus dan konsisten sampai membentuk dan menjadi sikap dan karakter nyata dalam hidup keseharian.

Intinya, melalui kesadaran dan kesediaan kolektif dalam rangka menumbuhkembangkan minat membaca nantinya akan melepaskan nasib anak-anak bangsa dari cengkeraman dan belenggu krisis melek huruf yang membodohkan dan memiskinkan.

Selanjutnya 1 2 3

Baca Juga